Saya sadar betul, ketika menulis ini, saya belum sepenuhnya menjadi seorang muslimah yang kaffah, sadar betul bahwa bekal ilmu yang dimiliki masih sangatlah sedikit, apalagi jika dilihat dari penampilan, cara saya berkerudung, menutup aurat masih jauh dari sempurna. Tapi, saya masih terus berproses, sedikit demi sedikit menambah ilmu, memperbaiki penampilan juga akhlak hingga suatu saat nanti benar-benar menjadi seorang muslimah yang kaffah, seorang muslimah yang di ridhoi oleh Nya, yang kelak di surgaNya akan membersamai para bidadari.
Ahh, siapa yang tak ingin mendapat gelar muslimah sholihah. Gelar tertinggi yang diberikan oleh Allah AWT kepada kaum wanita yang taat tunduk kepada segala aturan Nya yang salah satunya adalah memanjangkan kerudungnya hingga ke dadanya.
Saya masih ingat pesan salah satu ustazah saya ketika saya pertama kali belajar lebih jauh tentang Islam, ajakan berkerudung di berikannya dengan cara yang menurut saya sangat bijaksana, tanpa ada paksaan sama sekali meskipun jelas, di usia saya saat itu saya sudah menyandang kewajiban untuk menutup aurat, seperti yang disebut dalam surat An Nur ayat 31.
Beliau berpesan, bahwa berIslam adalah sebuah proses, seperti halnya iman, yang tak pernah berhenti pada suatu titik, maka iman adalah sesuatu yang harus ditingkatkan, terus menerus, ada yang meningkat dengan cara cepat, ada juga yang perlahan-lahan, setiap orang memiliki proses yang berbeda-beda.
‘Niatkan dulu untuk menjadi seorang muslimah sholihah, muslimah yang kaffah, muslimah yang menutup auratnya dengan sempurna, kemudian mulailah untuk berproses,” saya masih ingat betul kata-kata itu. Berproses, bagi yang belum mampu menutup seluruh auratnya, paling tidak, berpakaianlah yang baik, sopan, penuhilah batas-batas tertentu, misal bawahan sampai lutut, atau atasan sampai lengan siku, kemudian perlahan-lahan atau cepat tingkatkanlah. Yang penting jangan pernah mencibir atau meremehkan muslimah lain, baik yang belum berkerudung, yang berkerudung tetapi pendek, yang berkerudung tetapi kadang dipakai kadang dilepas. Kita hargai mereka, sebagai muslimah yang mungkin juga sedang berproses untuk menjadi muslimah yang lebih baik.
Teringat, ketika saya memutuskan untuk benar-benar memakai kerudung justru seperti membalikkan telapak tangan. Saat itu saya tak punya baju panjang dan kerudung sama sekali. Tapi keyakinan itu datang tiba-tiba, tanpa ada yang menyuruh, tanpa ada moment tertentu, dan saat itu juga saya membeli beberapa baju panjang dan beberapa kerudung dan keesokan paginya, saya sudah memakainya ke kantor. Seperti apa bentuknya? Ahh, jangan di tanya, jauh dari sempurna dan bahkan sampai sekarang sekalipun, tapi saya akan terus berproses untuk menjadi lebih baik.
Semudah itukah saya memakai kerudung? Saat itu, tidak seperti akhir-akhir ini dimana memakai pakaian muslimah sudah memiliki trendsetter tersendiri. Saat itu, masih belum banyak yang memakai kerudung, saat itu hari pertama memakai kerudung berarti berhadapan dengan selidik penuh tanya bagi sebagian orang dan menjadi bahan perbincangan, meskipun saya tau banyak dari mereka yang mendukung.
Alhamdulillah, beberapa teman akhirnya juga mengikuti jejak saya untuk berkerudung, dan hampir di seluruh kantor mengenakan kerudung. Hingga akhirnya muncullah berita yang kurang sedap. Perusahaan tempat saya bekerja kurang suka jika banyak pegawai wanitanya yang berkerudung, hingga satu-demi satu mulai dibuat tidak nyaman dengan isu-isu mutasi yang kurang lebih bertujuan untuk ‘mendepak’ karyawati yang memakai kerudung.
Menyesalkah saya ketika itu yang sudah ‘terlanjur’ memakai kerudung? Menyedihkan memang, tetapi saya tidak menyesal, justru saya ingin menunjukkan bahwa dengan memakai kerudung saya masih bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari tempat ini. Dan terbukti beberapa saat setelah itu saya mendapat pekerjaan baru. Seharusnya memang tak perlu khawatir tentang hal ini, karena jika proses kita benar, Insya Allah pasti ada jalan yang lebih baik buat kita.
Jika kemudian ada yang bertanya, apakah lebih baik berkerudung dulu ataukah memperbaiki iman dulu? Hmm kenapa prosesnya tidak berjalan beriringan? Memperbaiki iman sekaligus penampilan. Dengan menambah iman semakin ringan langkah kita untuk menyempurnakan penampilan. Dan dengan memperbaiki penampilan Insya Allah akan menjaga dan menambah iman kita.
Well, ladies..Selamat berproses!




Mudah -mudahan saya bisa ya …..menjalani proses untuk memakai jilbab layakya muslimah….yg baik…..amin….